PT. BPR Citra Dumoga dikenal dengan nama “Bank Citra” saat ini memiliki 1 kantor pusat  dengan 5 kantor cabang dan 1 kantor kas.  Secara  singkat perjalanan sejarah Bank Citra dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Sejarah singkat Bank Citra.

Tahun Keterangan (  Peristiwa / Kegiatan / Tempat )
1992 Berdiri dan mulai beroperasi di Kel. Imandi, Kec. Dumoga
1996 Buka Kantor Cabang Pertama di Desa Kopandakan Kec. Lolayan
1999 Kantor pusat dialihkan dari Imandi ke Kotamobagu, Jl. Terminal no. 26 A. (gedung sewa); Kantor Imandi menjadi kantor kas.
2001 Kantor Cabang Kopandakan ditutup dan dialihkan ke Kantor Pusat
2003 Kantor Pusat di pindahkan ke Jl. Kartini No.38 Kotamobagu, (gedung baru milik sendiri dengan konstruksi permanen, 3 lantai)
2005 Buka Kantor Cabang di Mopuya Selatan, Kec. Dumoga Utara (55 km arah selatan dari kantor pusat)
2008 Buka Kantor Cabang di Inobonto ( 60 km arah utara dari kantor pusat ).
2011 Buka Kantor Cabang di Manado, Ibukota Provinsi Sulawesi Utara.
2012 Buka Kantor Cabang di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
2013 Buka Kantor Cabang di Lolak, Ibukota Kabupaten Bolaang Mongondow

Tabel diatas menunjukkan eksistensi Bank Citra, Tgl 17-02-2024 merayakan Dies Natalis-nya yang ke 32. Ini berarti sudah 3 dekade Bank Citra berkiprah di dunia perbankan Sulawesi Utara.

Dekade 1 : Tahun 1992 – Tahun 2002

Sejarah berdirinya Bank Citra tidak lepas dari situasi regulasi perbankan Nasional, dimana pada tahun 1988, 4 tahun sebelum Bank Citra berdiri, telah dikeluarkan kebijakan pemerintah di bidang perbankan yang dikenal dengan sebutan  Pakto 1988, tujuannya adalah untuk meningkatkan pengarahan dana masyarakat sehingga bank-bank diperbanyak. Kemudian di tahun 1991, ditengah maraknya perkembangan perbankan nasional, dikeluarkan kebijakan Pakfeb 1991 yang mengatur prinsip kehati-hatian bank menyangkut CAMEL, BMPK, dan permodalan minimum / CAR 8 %. Selanjutnya di tahun 1992, dikeluarkan Undang – undang Perbankan yang baru No. 7 tahun 1992, dimana jenis bank disederhanakan dan hanya dikenal dua jenis yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat / BPR. Masing – masing jenis dibedakan dalam kegiatan usahanya yang dibolehkan dan yang tidak dibolehkan. BPR sendiri secara khusus untuk melayani masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang berada di daerah pedesaan.

Adalah seorang pemuda yang baru lulus dari perguruan tinggi yang biasa disapa dengan nama Denny, nama lengkapnya Denny Senduk, SE. Dia membaca kondisi/potensi daerah dan situasi sebagaimana disebut diatas, sebagai peluang usaha. Maka berdasarkan support orang tua, dan arahan pejabat bank dimana orangtuanya menjadi nasabah dan dukungan pejabat pemerintah setempat, maka pada tahun 1991 dibuatlah permohonan pendirian Bank Citra / PT. BPR Citra Dumoga dan pada tanggal 17 Februari 1992 bertempat di desa Imandi, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, Bank Citra resmi beroperasi. Tanggal “17 Februari” merupakan hari kelahiran “Dies Natalis” Bank Citra.

Mengawali perjalanannya, banyak tantangan yang dihadapi terutama bagaimana menumbuhkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap BPR khususnya BPR Citra sebagai suatu lembaga intermediasi perbankan. Apalagi pada waktu itu tambang “emas” Dumoga dibuka sebagai tambang rakyat, sehingga kondisi keamanan kurang kondusif. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan usaha, mendatar saja.

Melihat trend usaha tersebut, maka pada tahun 1996, kegiatan operasional usaha mulai didekatkan ke Kotamobagu ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow, dengan membuka cabang di desa Kopandakan Kecamatan Lolayan.

Pada semester II 1997, perbankan nasional mengalami krisis, yang dipicu oleh resiko currency (valas), dan krisis moneter ini berlangsung hingga tahun 1999. Bank Citra sebagai BPR yang tidak melayani transaksi valas, dan usaha para nasabahnya tidak berhubungan langsung dengan kegiatan ekspor/impor, tidak merasakan dampak langsung dari resiko ini, sementara perbankan nasional mengalami goncangan cukup berat, dan banyak bank yang dilikuidasi atau dimerjer.

Kondisi krisis yang cukup berat menghantam lembaga keuangan tersebut, tidak mengendurkan semangat Bank Citra, malah menjadi suatu tantangan. Setelah badai krisis ini meredah, dan operasional BPR diijinkan boleh masuk dan beroperasi di daerah perkotaan, maka pada akhir tahun 1999, membuka cabang di Kota Kotamobagu, Jl. Terminal No.26 A dan memindahkan kantor pusatnya di sini, sementara cabang Imandi diubah menjadi kantor kas Imandi.

Tahun 2001, Kantor Cabang Kopandakan yang jaraknya cukup dekat dengan Kantor Pusat, ditutup dan operasional ke Kantor Pusat Kotamobagu Jl, Terminal No. 26 A. Semenjak beroperasi di ibu kota kabupaten, perkembangan usaha mulai beranjak  naik dari aset Rp. 2 miliar. Tahun 2002 aset telah berada diatas Rp 10 miliar.

Dekade 2 : Tahun 2003 – Sekarang

Perpindahan pusat operasional ke ibukota Kabupaten Bolaang Mongondow, kota Kotamobagu, merupakan suatu langkah strategis, mengingat kota Kotamobagu adalah pusat perdagangan, pemerintahan dan pendidikan di daerah Bolaang Mongondow Raya (Saat ini terdiri dari, Kabupaten Bolmong Induk, Kabupaten Bolmong Utara, Kabupaten Bolmong Selatan, dan Kabupaten Bolmong Timur serta Kota Kotamobagu ).

Sejak pusat operasional dialihkan ke kota Kotamobagu, pertumbuhan aset meningkat dengan pesat.

Mengawali dekade ke – 2, di tahun 2003, Bank Citra dapat menyelesakan pembangunan gedung baru milik sendiri dengan kontruksi permanen, berlantai tiga, sehingga Februari 2003 mulai menempati gedung tersebut. Tahun ini merupakan tahun yang “spesial” bagi Bank Citra, karena di samping telah memiliki gedung yang representatif, trend pertumbuhan tahun ini sungguh luar biasa,  total aset aset menjadi Rp. 19 miliar / tumbuh 73 %. Dan pada tahun ini pula Bank Citra mendapatkan penghargaan sebagai “Indonesia’s Enterprising Spirit”, tahun 2003, di Jakarta, sebagai ranking ke VIII dari 50 Perusahaan Skala Kecil di seluruh Indonesia, yang dilaksanakan oleh Majalah SWA.

Tahun 2004, pertumbuhan aset tidak sebesar tahun sebelumnya, total aset tahun ini mencapai Rp. 25 miliar atau tumbuh 32 %.

Pada pertengahan Semester I tahun 2005, Bank Citra membuka cabang di Mopuya Selatan, Kecamatan Dumoga Utara dan membawahi kantor kas Imandi. Pertumbuhan aset tahun tahun ini dapat dipertahankan sama dengan tahun  lalu sebesar 32%. Hingga asetnya pada tahun 2005 ini mencapai Rp. 33 miliar.

Tahun 2006, aset sebesar Rp. 39 miliar hanya tumbuh 18 %, kemudian tahun 2007, kembali tumbuh 31 % sehingga aset menjadi Rp. 51 miliar.

Pada akhir tahun 2008, kembali membuka cabang di Inobonto kecamatan Bolaang. Aset pada tahun ini hanya naik 14 % ke posisi aset Rp. 58 miliar. Pada penghujung tahun 2008 ini sampai akhir tahun 2009 kembali terjadi krisis keuangan global, namun tidak berdampak langsung kepada Bank Citra. Aset tahun 2009 dapat bertumbuh 22 % menjadi Rp. 71 miliar.

Tahun 2010, Bank Citra atas kinerja keuangan tahun 2009 mendapatkan penghargaan sebagai BPR Terbaik 2010, dengan predikat Sangat Bagus, kategori aset diatas Rp. 50 miliar sampai dengan di bawah Rp. 100 miliar , Majalah Infobank edisi Juni 2010. Penghargaan ini memberi dampak pada tingkat kepercayaan masyarkat sehingga pertumbuhan aset melaju 65 % dan menembus angka Rp. 100 miliar menjadi Rp. 117 miliar.

Tahun 2011, kembali Bank Citra atas kinerja keuangan tahun 2010 mendapatkan penghargaan sebagai BPR Terbaik 2011, dengan predikat Sangat Bagus, kategori  aset diatas Rp. 100 miliar, Majalah Infobank edisi Juni 2011.

Pada tanggal 29 November 2011, Bank Citra telah merambah sampai ke pusat bisnis dan ekonomi Sulawesi Utara dengan membuka Cabang di Manado.

Tahun 2012, Bank Citra mencetak hattrick mendapatkan Infobank Award sebagai BPR Terbaik 2012, dengan predikat Sangat Bagus, kategori aset diatas Rp. 100 miliar. Bank Citra membuka cabang dan resmi beroperasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Tahun 2013,
Bank Citra membuka cabang dan resmi beroperasi di Kota Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow. Total aset per 30 November 2016 sudah menyentuh angka diatas Rp. 316  miliar, dengan demikian berdasarkan total aset, Bank Citra menduduki peringkat ke 46 secara nasional.  ( data BI, www.bi.go.id/biweb, statistik perbankan per November 2016). 

Tahun 2018,
Bank Citra mempunyai Visi Misi serta 8 Budaya Kerja yang baru.

Tahun 2024,

PT Bank Perkreditan Rakyat Citra Dumoga sesuai dengan diberlakukannya UU Nomor 4 tahun 2023 Tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan per tanggal 12 Januari 2023, Bank Perkreditan Rakyat resmi berubah nama menjadi PT Bank Perekonomian Rakyat Citra Dumoga.